RISALAH NIKAH
Adab-adab Walimah
Pernikahan sebagai acara ritual, harus memperhatikan rukun dan sunnah pernikahan. Adapun adab-adab dalam acara pernikahan adalah sebagai berikut:
Tidak bercampur antara tamu pria dan wanita
"Janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguh-nya hal itu adalah perbuatan yang kotor dan keji" (Q.S. Al Isra : 72).
Ajaran Islam sangat preventif dalam menanggapi masalah zina. Sehingga untuk mencegah perbuatan zina yaitu dengan jalan menutup semua hal yang mendorong terjadinya zina. Allah memerintahkan baik laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangannya (lihat QS. An Nur : 30-31). Selain perintah menundukkan pandangan, bagi wanita diwajibkan mengenakan kain penutup dari kepala sampai ke dada yang dikenal dengan istilah jilbab (QS. An Nur : 31).
Hijab
Hijab/pembatas yang membatasi antara tamu pria dan wanita guna membantu terlaksananya upaya untuk menjaga pandangan antara tamu pria dan wanita. Hal ini pernah dicontohkan dalam riwayat pernikahan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsyi, yang merupakan penyebab turunnya surat Al Ahzab : 53.
Menghindari berjabat tangan dengan bukan muhrim
"Barang siapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan muhrimnya, maka akan mendapat murka dari Allah Azza jaJalla" (HR. Ibnu Badawiyah)
Menghindari syirik dan khurafat
"Barang siapa yang mendatangi dukun atau peramal dan percaya pada ucapannya, maka ia telah mengkufuri apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW". (HR. Abu Dawud). Begitu pula hendaknya seseorang tidak percaya kepada perhitungan hari baik dan buruk. "Barang siapa membatalkan maksud keperluannya karena hari mujur/sial, maka ia telah syirik kepada Allah" (HR. Ahmad)
Menghindari kemaksiatan
Menghindari hiburan berupa tarian oleh wanita-wanita yang berbusana cenderung mempertontonkan aurat. Serta hindari untuk memperdengarkan musik-musik yang mengajak atau menimbulkan perbuatan maksiat.
Mengundang fakir miskin
Rasulullah bersabda : "Makanan yang paling buruk adalah makanan dalam walimahan dimana orang-orang kaya diundang makan sedangkan orang-orang miskin tidak diundang". (HR. Baihaqi)
Sebagai Syiar Islam
"Apabila salah seorang saudara kami menikah, maka ucapkanlah
"BAROKALLAULAKA WA BAROKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINA KUMA FII KHOIR" (Semoga Allah mengekalkan berkah atasmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)". (HR. Abu Daud & Tarmidzi)
Adab makan pada acara walimahan :
- Tidak boleh berlebih-lebihan
- Menggunakan tangan kanan (HR. Abu Dawud)
- Tidak makan atau minum sambil berdiri (HR. Muslim)
Menghindari berjabat tangan dengan bukan muhrim
"Barang siapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan muhrimnya, maka akan mendapat murka dari Allah Azza jaJalla" (HR. Ibnu Badawiyah)
Menghindari syirik dan khurafat
"Barang siapa yang mendatangi dukun atau peramal dan percaya pada ucapannya, maka ia telah mengkufuri apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW". (HR. Abu Dawud). Begitu pula hendaknya seseorang tidak percaya kepada perhitungan hari baik dan buruk. "Barang siapa membatalkan maksud keperluannya karena hari mujur/sial, maka ia telah syirik kepada Allah" (HR. Ahmad)
Menghindari kemaksiatan
Menghindari hiburan berupa tarian oleh wanita-wanita yang berbusana cenderung mempertontonkan aurat. Serta hindari untuk memperdengarkan musik-musik yang mengajak atau menimbulkan perbuatan maksiat.
Mengundang fakir miskin
Rasulullah bersabda : "Makanan yang paling buruk adalah makanan dalam walimahan dimana orang-orang kaya diundang makan sedangkan orang-orang miskin tidak diundang". (HR. Baihaqi)
Sebagai Syiar Islam
"Apabila salah seorang saudara kami menikah, maka ucapkanlah
"BAROKALLAULAKA WA BAROKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINA KUMA FII KHOIR" (Semoga Allah mengekalkan berkah atasmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan)". (HR. Abu Daud & Tarmidzi)
Adab makan pada acara walimahan :
- Tidak boleh berlebih-lebihan
- Menggunakan tangan kanan (HR. Abu Dawud)
- Tidak makan atau minum sambil berdiri (HR. Muslim)
